Showing posts with label Probolinggo. Show all posts
Showing posts with label Probolinggo. Show all posts

Sunday, November 30, 2008

Bromo


Mount Bromo also Gunung Bromo, located in the Tengger Caldera, is one of the most popular tourist attractions in East Java, Indonesia. It is an active volcano and part of the Tengger massif, and even though at 2329 meters it is not the highest peak of the massif, it is the most well known. From Surabaya city, we take 2-3 hours to go mount bromo by car. Mount Bromo is a good place to relax, because the weather is cool and you can see a beautiful sunshine in the morning at "penanjakan" in mount bromo.

Wednesday, September 10, 2008

Songa Rafting

Kabupaten Probolinggo memiliki tempat wisata minat khusus berupa arena arung jeram. Wisatawan dapat dengan mudah menikmati derasnya Jeram Sungai Pekalen yang mengasyikkan hanya dengan menempuh jarak 26 km dengan mobil dari Kota Probolinggo atau selama 30 menit ke arah Selatan.Sungai Pekalen yang menjadi arena olah raga mendebarkan ini, berketinggian 500 m dpl. Dengan tingkat kesulitan bervariasi mulai grade I sampai dengan grade III plus dengan jeram sebanyak 30 jeram. Arung jeram ini hanya boleh diikuti wisatawan usia 10-60 tahun. Jarak arung jeram sejauh 9km ditempuh selama 2,5 sampai 3 jam, termasuk istirahat ditengah perjalanan sambil menikmati buah kelapa muda (degan).

Dengan jumlah guide sebanyak 33 orang dan 27 perahu karet mampu melayani peserta rafting sebanyak 500 orang pada saat liburan sekolah. Sehingga dalam satu tahun mencapai 10.000 orang. Guide sebanyak itu direkrut dari masyarakat sekitar Sungai Pekalen yang notabene lebih mengenal topografi daerahnya. Masyarakat juga dilibatkan dalam melayani transportasi dari Basecamp ke lokasi start di desa Pesawahan. Masing-masing perlengkapan di bawa sendiri, satu kendaraan berupa pick-up biasanya mengangkut 2 team. Satu team berisi 6 orang termasuk seorang guide.

Songa mengemas beberapa sajian rekreasi yang dahulu mungkin hanyalah sebuah angan-angan belaka atau bahkan sempat tak terpikirkan karena terlalu berbahaya, tak adanya fasilitas, atau sumber daya manusia yang belum terlatih. Dari berbagai jenis dan ragamnya rekreasi, Songa menawarkan untuk kembali ke berbagai hal yang bersifat alami, yaitu rekreasi alam terbuka dan alam liar.Kecenderungan untuk menikmati hal-hal yang alami sudah ada dalam diri manusia. Secara sadar atau tidak kita tahu, bahwa rekreasi membawa manusia pada pola kehidupan yang lebih menyenangkan, menyehatkan, mensejahterakan dan membahagiakan.Arung Jeram merupakan rekreasi air mengarungi sungai berair deras menggunakan sarana perahu karet. Perahu karet yang dipakai adalah jenis inflatable raft yang memang diperuntukkan untuk melewati jeram dengan aman karena berisi udara yang dapat meredam benturan antara badan perahu dengan bebatuan jeram.Selain itu para penikmat wisata arung jeram dilengkapi pelindung keselamatan seperti helm dan jaket pelampung, serta dipandu oleh seorang guide yang telah terlatih dan berpengalaman. Sehingga rekreasi ini dapat dinikmati oleh orang awam yang tidak bisa berenang sekalipun.Karekteristik Sungai Pekalen• Bersumber dari mata air Gunung Argopuro dan Gunung Lamongan.• Lebar sungai rata-rata 5-20 meter Kedalaman air ± 1-3 meter• Jarak pengarungan dari Start-Finish ±12 kilometer yang ditempuh selama ± 3,5 jam.

Saturday, September 6, 2008

Madakaripura Waterfall

Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut. Untuk mencapai tempat wisata ini tidak terlalu sulit. Sebaiknya kunjungan dilakukan bila kita akan ke Bromo dari arah Probolinggo dikarenakan searah dengan perjalanan atau saat berada di Bromo dan dilakukan pagi hari. Lokasi bisa dicapai dengan kendaraan pribadi atau mobil sewaan (dari Probolinggo menyewa Panther Rp 150.000,- pp + supir, 12/2003). Jika kita datang dari arah Probolinggo maka sesampai di Desa Sukapura kita belok kanan., kita akan melewati jalan aspal dengan suguhan pemandangan pada bagaian kiri-kanan berupa gunung tinggi yang menyegarkan mata. Kurang lebih setelah sekitar 5 km melakukan perjalanan, kita akan bertemu dengan pintu masuk kawasan wisata air terjun Madakaripura yang ditandai dengan tempat parkir yang luas dan patung Gajah Mada. Disini, banyak penduduk lokal yang menawarkan diri menjadi 'guide' yang akan menemani sambil menceritakan sejarah objek wisata tersebut hingga kita balik lagi ke tempat parkir.

Selanjutnya kita harus berjalan kira-kira 15 menit, melewati jalan setapak terbuat dari semen yang berbatu sehingga kalau basah tidak akan licin. Saat berjalan kaki ini kita juga disuguhi pemandangan indah dan menyejukkan, di samping kanan kita ada aliran sungai berbatu-batu, di kanan kiri kita diapit tebing tinggi dengan pepohonan lebat beserta iringan kicauan burung dan derikan kumbang. Terkadang di beberapa bagian jalan, terhalang oleh pohon rubuh atau ada bekas longsoran, meskipun demikian jalan ini relatif datar dan dapat dijalani dengan mudah, kalau kecapekan ada beberapa tempat di sepanjang jalan yang bisa digunakan untuk duduk-duduk beristirahat.

Saat tiba di lokasi air terjun kita akan bertemu dengan warung kecil, pos penjaga dan toilet (bisa ganti baju), disitu terdapat pula penyewaan payung bila kita tidak ingin terlalu basah kuyup. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai, sehingga kita bisa berpayung ria berjalan di bawahnya. Di ujungnya, kita akan bertemu dengan sebuah ruangan berbentuk lingkaran berdiameter kira-kira 25 meter.

Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras. Keunikan dan kesejukan air terjun ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya.

Untuk anda penggemar fotografi, lokasi ini bisa menjadi obyek yang tidak habis-habisnya, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga suasana air terjun yang seolah dalam tabung.

Beberapa orang di Probolinggo baik di hotel maupun di travel agent yang kami tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hal ini mungkin disebabkan karena bentuk air terjun ini yang bila terjadi longsor atau banjir, maka kita yang berada di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Sehingga berada di 'tabung' ini perasaan kita akan bercampur aduk antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was.

Sesudah puas main air dan kedinginan, kita bisa menikmati minuman panas di warung dekat air terjun sebelum berjalan kaki lagi menuju tempat parkir. Secara umum tempat ini telah dikelola dengan cukup baik, dapat dicapai lewat jalan aspal yang mulus, jalan setapak yang nyaman, fasilitas umum seperti kamar mandi, mesjid dan tempat parkir. Namun kurangnya informasi mengenai tempat ini dan jaminan keamanan yang belum ada mengakibatkan jarang orang tahu dan mau berkunjung ke kawasan wisata ini. Dengan promosi yang cukup, pengunjung Bromo akan dapat menambah daftar tujuan wisatanya.

source : http://liburan.info/content/view/209/43/